Jenis-Jenis Sertifikasi Anti Air dan Standar Militer di HP – Salah satu tipe smartphone yang cukup banyak diincar adalah tipe smartphone yang tahan air atau tahan banting. Tipe smartphone ini cukup banyak dicari orang karena kemampuannya yang masih berjalan ketika berada di berbagai kondisi apapun. Semisal, ada sebuah ponsel yang ternyata masih bisa berjalan dengan baik ketika jatuh tidak sengaja ke dalam air ataupun terkena debu. Orang yang mencari tipe ponsel seperti ini biasanya adalah orang yang memiliki mobilitas tinggi dan sering ke datang berbagai tempat dengan kondisi cuaca yang agak esktreme. Orang seperti ini tentu memprioritaskan sebuah ponsel dengan durabilitas yang baik.

Jenis-jenis Sertifikasi Tahan Air

1. Digit Pertama = Tingkat Perlindungan dari luar

Seperti yang sudah disebutkan, angka pertama setelah IP menunjukan tingkat perlindungan sebuah ponsel dari bahaya benda asing luar yang bisa masuk seperti debu.

  • X, merupakan kode yang menunjukan tidak ada data atau penjelasan untuk perlindungan sebuah perangkat
  • 0, merupakan kode yang menunjukan tidak ada perlindungan pada perangkat
    1, merupakan kode yang mengindikasikan adanya perlindungan perangkat sebesar 50 mm
  • 2, merupakan kode perlindungan saat pengujian berupa jari atau benda sukurang-kurangnya 12,5 mm
  • 3, merupakan kode perlindungan saat pengujian berupa alat tertentu seperti kabel tebal dengan ukuran 2,5 mm.
  • 4, merupakan kode perlindungan dengan pelindung yang hanya 1 mm yang bisa berupa kabel atau sekrup ramping saja.
  • 5, menunjukan kode terhadap perlindungan debu agar tidak masuk ke perangkat dalam jumlah tertentu
  • 6, menunjukan kode perlindungan terhadap debu dengan pengujian sampai 8 jam lamanya.

2. Digit Kedua = Ketahanan Terhadap Air

Digit kedua pada kode “IP” menunjukan tingkat perlindungan sebuah perangkat ketika diuji di kedalam air. Angka kedua inilah yang mencirikan sebuah perangkat bisa bertahan di air di berbagai kondisi.

1. kode angka yang menunjukan kalau sebuah perangkat tidak memiliki perlindungan terhadap air
2. kode angka yang menunjukan kalau sebuah perangkat tahan terhadap tetesan air seperti hujan ringan, bahkan ketika perangkat tersebut (dalam hal ini ponsel) terkena tetesan air selama 15 sampai 10 menit.
3. kode angka yang menunjukan kalau sebuah ponsel dapat bertahan selama 5 menit ketika terkena semprotan air dengan kondisi ponsel dimiringkan dengan sudut 60 derajat.
4. kode angka yang menunjukan sebuah perangkat dapat bertahan selama 5 menit ketika terkena semprotan air dari berbagai arah. Hal ini berarti ponsel ini masih bisa berjalan meski terkena air hujan selama 5 menit.
5. kode angka yang menunjukan kalau sebuah ponsel telah memiliki perlindungan terhadap air dengan kondisi kalau bodi ponsel tersebut mendapatkan tekanan air dengan bukaan 6,3 mm dari berbagai arah selama 3 menit pada jarak 3 meter.
6. kode angka yang menunjukan kalau sebuah ponsel telah memiliki perlindungan terhadap air dengan kondisi kalau bodi ponsel tersebut mendapatkan tekanan air dengan bukaan 12,5 mm dari berbagai arah selama 3 menit pada jarak 3 meter. Hal ini berarti tekanan air lebih besar dibandingkan proses pengujian pada kode angka 5.
7. kode angka yang menunjukan kalau ponsel bisa bertahan selama 30 menit di kedalaman air 1 meter atau selama 30 menit terkena air hujan.
8. kode angka yang menunjukan kalau ponsel bisa bertahan di dalam air dengan tingkat kedalaman lebih dari 1 dengan waktu bertahan 30 menit atau lebih. Beberapa ponsel ada yang tes pada kedalaman 1,5 meter atau lebih dengan durasi 25 sampai 30 menit.

Baca Juga : HP Tahan Air dan Debu Paling Murah Yang Harus Kalian Punya

Jenis-jenis Sertifikasi Standar Militer dan Penjelasannya

1. Tes Tekanan dan Bantingan

Test ini menguji daya tahan perangkat ponsel atau laptop dengan tekananan 20% lebih kuat dari tekanan normal. Untuk tes bantingannya, perangkat ponsel atau laptop di tes banting untuk menguji ketahanan ketika perangkat tidak sengaja jatuh ke lantai atau tanah.

2. Tes Ketinggian

Tes ini di tujukan untuk memastikan sebuah perangkat dapat bertahan pada ketinggian dengan kondisi suhu tertentu. Misalnya, pada ketinggian 6000 meter dari permukaan laut dan di atas gunung es. Jika tes ini berhasil, jelas perangkat tersebut tergolong menarik dan dapat di gunakan oleh penjelajah ke berbagai kondisi.

3. Tes Pelintiran

Tes ini memastikan kalau sebuah perangkat dapat bertahan di berbagai kondisi saat perangkat tersebut di letakan di manapun. Contohnya tertumpuk di bagasi atau tertumpuk dengan benda lain.

4. Tes Getaran

Tes ini menguji sebuah perangkat dengan berbagai model getaran. Tujuannya agar perangkat tersebut dapat meskipun sudah mengalami jatuh atau di gunakan dengan kasar.